Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

tips berhenti onani atau masturbasi

tips berhenti onani atau masturbasi | kebiasaan melakukan kebiasaan onani . Halo Sahabat Cendekia ?, artike ini berhubungan dengan artikel cendekia sebelumnya yaitu Hukum melakukan onai dan masturbasi dalam islam . Telah jelas akan bahaya dari perbuatan ini , baik itu dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu panjang.

Bagi sebagian kalangan khususnya kaum remaja pasti mengalami kesulitan untuk menghentikan perbuatan ini, tapi dengan usaha, kemauan dan tekad yang kuat pasti akan menghasilkan suatu buah keberhasilan.

Berikut cendekia akan paparkan beberapa alternatif atau tips-tips berhenti melakukan kebiasaan onani atau masturbasi :

  1. Melakukan kegiatan yang bersifat menyenangkan, menyibukkan, maupun menyegarkan. dalam hal tersebut, tips  ini merupakan alternatif yang paling mudah di kerjakan, anda hanya perlu membiasakan diri untuk melakukan hal -hal positif, seperti olah raga, membaca buku ,atau hal -hal menarik lainnnya
  2. Hindari melihat, menonton, ataupun membaca, hal- hal yang dapat menimbulkan syahwat, upayakan diri anda untuk selalu membentengi fikiran, maupun tingkah laku anda dalam menghindari pemicu timbulnya shaywat, seperti mengurangi pergaulan dengan lawan jenis, menjaga pandangan mata, menghapus file-file atau gambar yang membangkitkan syahwat.
  3. bacalah artikel-artikel mengenai bahaya bahaya onani atau masturbasi, sehingga memotivasi anda untuk tidak terjerumus kembali dalam perbuatan ini.
  4. menikah . inilah solusi yang paling mujarab bin ampuh bagi anda yang penggemar onani, jika sobat mampu menikah, maka menikahlah.
  5. lakukan ibadah puasa secara rutin secara konsisten (bagi yang belum mampu menikah), hal ini akan membentengi dan mengurangi kecanduan sobat dalam melampiaskan nafsu sobat kepada hal-hal yang buruk.
  6. Bertaqwa kepada Allah azza wajallah, sebagai makhluk yang menghamba kan diri, tentu kita menyadari bahwa Allah selalu mengawasi, melihat, dan mendengar apa-apa saja yang dilakukan hambanya. lakukanlah ibadah-ibadah yang membuat anda menjadi insan yang taat.
  7. Mintalah pertolongan kepada Allah dengan cara berdoa kepada-Nya, Allah mendengar semua keluh kesah hamba-Nya.
  8. sesungguhnya setiap perbuatan yang bersifat larangan pasti membuahkan dosa, dosa sekecil apapun di mata Allah, pasti mendapatkan ganjarangannya..
  9. Berusaha dan jangan menyerah, setiap usaha untuk menjauhi larangan Allah pasti bernilai pahala di sisi-Nya Insya Allah

Demikian artikel  tips berhenti onani atau masturbasi, semoga yang kami paparkan ini, bernilai ibadah .. amiin

salam cendekia :)
 

Jumat, 14 Juni 2013

Hal-hal yang membatalkan puasa

  Hal-hal yang membatalkan puasa.  Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Halo sahabat Cendekia. tidak terasa kita sudah mendekati bulan yang kita tunggu-tunggu, bulan di mana di dalamnya terdapat harta yang begitu mahal , yaitu Ampunan Allah, rahmat Allah, dan Hidayah (InsyaAllah).

Bulan suci Ramadhan, sudah mulai tecium baunya, getaran-getaran senyuman kaum muslimin sudah mulai nampak di bibir mereka. Marhaban Ramadhan.. Marhaban, Ahlan wasahlan..

sebagai mana mestinya,, di bulan suci ramadhan terdapat perintah yang menjadi rukun Islam yaitu shaum atau berpuasa. puasa adalah  suatu kegiatan dengan cara menahan , baik itu berupa makanan, minuman, bahkan pandangan kepada lawan jenis juga harus dihindari guna menjaga keabsahan puasa itu sendiri.

Nha, oleh karena itu , demi kelancaran puasa kita, alangkah baiknya kita mengatahui hal-hal yang membatalkan puasa :

  1. Makan dan minum dengan sengaja, Jika hanya di lakukan dengan sengaja, maka puasa tersebut bisa di lanjutkan alias sah.
  2. Jima". melakukan hubungan suami istri di siang hari, 
  3. Memasukkan sesuatu ke dalam perut, baik itu dengan cara memasukkan lewat mulut, ataupun melakukan suntikan yang bersifat mengeyangkan.
  4. merokok juga hal yang membatalkan puasa. walaupun itu tidak bersifat mengeyangakan.
  5. mengeluarkan onani di siang hari dengan sengaja, baik itu dengan cara onani , berciuman , atau hal lain dengan cara sengaja. adapun ketika mani keluar dengan tidak sengaja seperti mimpi basah dalam tidur, maka itu tidak membatalkan.
  6. sengaja memuntahkan sesuatu dalam mulut. 
  7. keluarnya haid dan nifas bagi wanita. baik pada  pagi hari sebelum terbenam matahari, maka puasa tersebut wajib di qadha.
  8. Murtad dari agama Islam (Naudushu billah). Semoga Allah menghindari kita dari perbuatan ini. kemurtadan itu dapat menghapuskan pahala kita ..


Dengan hal-hal yang dapat membatalkan puasa  secara garis besarnya. sebenarnya batalnya puasa begitu luas pencakupanya, sesuai dengan pandangan ulama-ulama dari segi mana ia melihatnya.

Mari kita sempurnakan ibadah mulia ini dengan lebih memperhatikan, mencermati setiap kegiatan kita tidak mencemari lautan pahala yang kita tempati berlayar.

Yuk Berpuasa.. dan buatlah dirimu bermakna..

Salam cendekia...

Marhaban Ya Ramadhan

Kamis, 13 Juni 2013

Keadaan tubuh manusia setelah mati | Alam kubur

Keadaan tubuh manusia setelah mati | alam kubur. Bismillahi rahmanir-rahim : Hy sahabat cendekia | kawan-kawan perjuangan. Sesungguhnya mayit di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, berikut fasenya sejak malam pertama masuk ke kuburan hinggi 25 tahun setelahnya..

Malam pertama : di kuburan pembusukan bermula pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan  adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wajallah membuat manusia merugi di dunia , dan pembusukan terjadi di malam pertamanya di kuburan.

Setelah itu, mulailah jasad berubah warna hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia akan memiliki satu warna saja.

Malam kedua, di kuburan mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Malam ketiga : di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu menggeluatkan bau busuk tidak sedap. Seminggu setelahnya, wajah mulai tampak membengkak, dan dua mata, lisan dan pipinya. Dua minggu setelahnya rambut mulai rontok setelah I5 hari, lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya setelah enam bulan lamanya.

Anda tidak akan menemukan selain rangka tulang saja setelah 25 tahun, rangka ini akan berubah menjadi semacam biji, dana di dalam biji tersebut, anda akan menemukan satu tulang yang sangat kecil di sebut 'ajbudz dzanab (tulang ekor), dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wajallah pada hari kiamat.

Sahabat-sahabatku, inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah . Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia. karena dia akan mendapatkan apa yang dtelah disebutkan sebelumnya.

 Aku memohon keteguhan kepada Allah untukku dan untuk anda sekalian, Ya Allah, Dzat yang mebolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, Ya Allah, jadikanlah kuburan kami sebagai satu taman dari taman-taman sorga, dan jangan jadikan dia sebagai satu lobang dari lobang-lobang api neraka,, amiin,, Allahumma amiin..

Narasi dari sahabatku :  Ika (fb)

Jumat, 07 Juni 2013

Jenis-jenis manusia dalam menuntut ilmu (Hadis Rasulullah)

Jenis-jenis manusia dalam menuntut ilmu. Sebagai mana hal nya kebutuhan-kebutuhan manusia yang lain, ilmu merupakan kebutuhan primer yang harus di miliki dan di kuasai setiap ummat. hal ini lah yang akan menjadi pengendali di mana kita akan melangkah (baik atau buruk). berikut hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenai jenis-jenis manusia dalam menuntuk ilmu :

Pertama : Penuntut ilmu yang terbaik.

Belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Belajar dengan beradab, sentiasa berusaha untuk berada di depan dan memberi perhatian sepenuhnya kepada syarahan guru. Golongan ini mendapat ganjaran pahala, rahmat, ridho dan keampunan Allah Subhana wa ta ala. Mereka ini mendapat kebaikan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.

Kedua : Penuntut ilmu yang sederhana.

Golongan ini menuntut ilmu dengan kesungguhannya tidak seperti golongan pertama disebabkan rasa malu dan sebagainya.mereka berada di belakang dan kurang memberi tumpuan semasa belajar. Mereka ini tetap mendapat kebaikan, keampunan dan pahala tetapi kurang berbanding golongan yang pertama.

Ketiga : golongan yang berpaling daripada menuntut ilmu

Golongan yang ketiga ini langsung tidak berkehendak kepada kebaikan dan ganjaran Allah. Mereka sentiasa ponteng dan tidak menghadiri majlis ilmu. Mereka mendapat kemurkaan Allah Subhana wa ta ala akibat tindakan sedemikian. Golongan inilah golongan yang paling rugi di dunia dan di akhirat. Di dunia hidup dalam kemiskinan dan kehinaan sementara di akhirat mendapat kemurkaan dan azab Allah Subhana wa ta ala.

Oleh yang demikian rebutlah peluang menjadi penuntut ilmu yang terbaik. Rebut peluang berada di barisan paling hadapan di dalam kelas agar menepati hadis Nabi ini dan mendapat ganjaran pahala, reda, rahmat dan keampunan Allah Subhana wa ta ala. Jangan sesekali menempatkan diri anda dalam golongan yang ketiga kerana sikap buruk tersebut menyebabkan mereka dimurkai oleh Allah Subhana wa ta ala.

Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam bersabda : Tidak mahukah aku khabarkan kepada kamu mengenai tiga jenis manusia?. Adapun yang pertama dia berlindung kepada Allah maka Allah memberi perlindungan kepadanya. Yang kedua dia malu, maka Allah juga malu kepadanya dan yang ketiga dia berpaling maka Allah berpaling daripadanya. ( Riwayat Imam al-Bukhari: no 66 )



Referensi cendekia : di lansir dari beberapa rujukan. 

Senin, 03 Juni 2013

Tuntunan shalat lengkap - shahih-

Tuntunan shalat lengkap | agama . Shalat adalah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan di akhiri dengan salam di sertai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Shalat itu adalah tiang. . .

Ayat-ayat di dalama Al-Qur'an mengenai shalat :

yang artinya :

"Pelihara lah semua shalat (mu),peliharalah shalat wusthaa" (Al-Baqarah : 238 )

ayat lainnya :

"sesungguhnya aku ini  adalah Allah, Tiada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku" (Thahaa : I4)

Itulah beberapa penggalan ayat mengenai pentingnya mendirikan shalat - Insya Allah shahih-

nah ,, mari kita bahas  mengenai tata cara shalat (berupa video dan file word) sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alahi wa sallam :

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat" (HR BUKHARI )

inilah video mengenai tata cara shalat :

- bagian pertama     here

- bagian kedua         here

- bagian ketiga        here

- bagian keempat    here

- bagian kelima       here

- bagian keenam      here

tuntunan shalat dalam bentuk word bisa anda download di sini

semoga bermanfaat bagi anda dan saya pribadi...

Selasa, 05 Februari 2013

10 pertanda hati mati







10 tanda-tanda hati mati sehingga doa tidak terkabul. Inilah beberapa nasehat Ibrahim Bin Adham, tentang yang menyebabkan hati mati sehingga doa kita tidak terkabul. 


  1. Kita mengenal Allah, tetapi tidak melaksanakan hak-hakNya.
  2. Kita membaca kitab Allah, tetapi tidak pernah mengamalkannya.
  3. Kita tahu iblis adalah musuh, tetapi tetap mengikuti perintahnya.
  4. Kita menyatakan cinta kepada rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tetapi meninggalkan sunnahnya.
  5. Kita menyatakan ingin masuk surga, tetapi tidak pernah mengamalkan amalan ahli surga.
  6. Kita mengaku takut masuk neraka, tetapi tetap berbuat dosa.
  7. Kita tahu kematian pasti datang, tetapi tidak pernah melakukan persiapan untuk mati (bekal).
  8. kita selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tetapi tidak memperhatikan kesalahan-kesalahan sendiri.
  9. Kita senang memakan Rizqi dari Allah, tetapi tidak pernah bersyukur kepada-Nya.
  10. Kita sering mengantar jenazah ke kubur, tetapi tidak mau mengambil pelajaran darinya.

 Mari kita jadikan bahan renungan.........

Wallahu a'lam

Minggu, 03 Februari 2013

Agama adalah nasehat



Agama adalah nasehat.Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama seluruhnya adalah nasihat.” Maka kami bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Yaitu untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk rakyatnya.” (HR. Muslim [55]).
Hadits yang mulia ini mengandung banyak pelajaran, di antaranya :

Pertama

Seluruh ajaran agama tercakup dalam hadits ini. Sebab seluruh ajaran agama memiliki maksud yang sama yaitu nasihat. Secara bahasa nasihat bermakna murni dan tulus. Sedangkan yang dimaksud di sini adalah menginginkan kebaikan bagi yang dinasihati (Jami’ul ‘Ulum, hal. 101). An-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini adalah hadits yang memiliki kedudukan yang sangat agung, di atas hadits inilah seluruh ajaran agama Islam berporos…”. “…Adapun apa yang dikatakan oleh banyak ulama yang menyatakan bahwa hadits ini merupakan seperempat ajaran agama Islam, maka hal itu tidak tepat seperti apa yang mereka ucapkan. Bahkan poros semua ajaran ada dalam hadits ini saja.” (Syarh Muslim, 2/116). Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Hadits ini mungkin untuk dimaknai sebagaimana lahiriyahnya karena setiap amal yang tidak dimaksudkan oleh pelakunya dengan ikhlas maka amal itu bukan termasuk bagian agama.” (Fath Al-Bari, 1/169). Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa nasihat meliputi unsur Islam, Iman, dan Ihsan yang disebutkan dalam hadits Jibril ‘alaihis salam dan ketiganya disebut sebagai agama.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 100)

Kedua

Nasihat untuk Allah adalah : ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, mempersaksikan keesaan-Nya dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat-Nya (Syarh Al-Arba’in li Ibni Utsaimin, hal. 116). Selain itu, menunaikan kewajiban dengan sempurna dengan diiringi rasa cinta dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada-Nya serta menjauhi hal-hal yang diharamkan dan yang dimakruhkan (lihat Jami’ul ‘Ulum, hal. 101). An-Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa salah satu bentuk nasihat untuk Allah adalah, “Meninggalkan ilhad/penyimpangan dalam memahami sifat-sifat-Nya dan menyifati-Nya dengan seluruh sifat kesempurnaan dan kemuliaan, dan membersihkan Allah subhanahu wa ta’ala dari semua kekurangan…” (Syarh Muslim, 2/116). Hakikat nasihat untuk Allah adalah : benarnya keyakinan tentang keesaan diri-Nya dan mengikhlaskan niat dalam beribadah kepada-Nya (Jami’ul ‘Ulum, hal. 101)

Ketiga

Nasihat untuk Kitab-Nya adalah : membelanya dari penyelewengan, membenarkan beritanya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan yang disebutkan di dalamnya, meyakini bahwa ketetapan hukumnya adalah hukum yang terbaik, dan mengimani bahwa Al-Qur’an ini adalah kalamullah, bukan ucapan makhluk-Nya (lihat Syarh Al-Arba’in li Ibni Utsaimin, hal. 116-117). Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan termasuk bentuk nasihat untuk Kitab-Nya adalah dengan mempelajari dan mengajarkannya, dan membacanya dengan benar (Fath Al-Bari, 1/169). Hakikat nasihat untuk Kitab-Nya adalah : beriman dengannya dan mengamalkan ajarannya (Jami’ul ‘Ulum, hal. 101).

Keempat

Nasihat untuk Rasul-Nya adalah : mengimani kerasulan beliau, memurnikan ittiba/pengikutan kepadanya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, membela ajarannya, meyakini keharusan mengamalkan haditsnya sebagaimana juga harus mengamalkan Al-Qur’an, menolong Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hidup ataupun sesudah matinya -yaitu dengan membela tuntunannya- (Syarh Al-Arba’in li Ibni Utsaimin, hal. 117). Ibnu Hajar rahimahullah juga menyebutkan termasuk bagian dari nasihat untuk Rasul-Nya adalah dengan mengagungkan beliau, menghidupkan sunnahnya dengan mempelajari dan mengajarkannya, meneladani ucapan dan perbuatannya, mencintainya dan mencintai para pengikutnya (Fath Al-Bari, 1/169). An-Nawawi rahimahullah menyebutkan juga termasuk dalam hal ini yaitu memusuhi orang yang memusuhi Rasul, menepis tuduhan jelek kepadanya, beradab ketika membaca haditsnya dan tidak berbicara tentangnya tanpa ilmu, memuliakan ahli hadits/ahlu sunnah, berakhlak dengan akhlaknya, mencintai keluarga dan para sahabatnya, menjauhi ahli bid’ah dan orang-orang yang melecehkan kehormatan para sahabatnya (lihat Syarh Muslim, 2/117).

Kelima

Nasihat untuk para pemimpin kaum muslimin : mencintai kebaikan, hidayah, dan keadilan pada diri mereka, menyukai umat bersatu di bawah kepemimpinan mereka, tidak senang melihat umat berpecah belah, menaati mereka dalam rangka taat kepada Allah, membenci pemberontakan, dan suka memuliakan mereka dalam ketaatan kepada Allah (Jami’ul ‘Ulum, hal. 102-103). Pemimpin kaum muslimin ada 2 : ulama Rabbani dan pemerintah. Bersikap nasihat kepada ulama adalah dengan : mencintai mereka, membantu dakwah mereka, membela kehormatan mereka, meluruskan kesalahannya, menyarankan cara yang lebih baik dalam mendakwahi masyarakat. Sedangkan nasihat untuk pemerintah meliputi : meyakini keabsahan pemerintahan mereka, menyebarluaskan kebaikan mereka, melaksanakan perintah dan larangan mereka selama tidak bertentangan dengan syariat -meskipun mereka adalah pelaku dosa besar-, menutupi aib mereka sebisa mungkin, dan tidak memberontak kepada mereka atau menghasut rakyat untuk melakukannya (lihat Syarh Al-Arba’in li Ibni Utsaimin, hal. 120-122). Al-Khattabi rahimahullah menjelaskan termasuk nasihat bagi pemerintah adalah dengan : shalat bermakmum di belakang mereka, berjihad bersama mereka, menyalurkan sedekah/zakat melalui mereka, dan mendoakan kebaikan untuk mereka. Dan apabila mereka adalah ulama maka termasuk nasihat untuk mereka adalah dengan bersangka baik kepada mereka (lihat Syarh Muslim, 2/117). Termasuk dalam nasihat bagi ulama adalah dengan menyebarkan keutamaan-keutamaan mereka (Fath Al-Bari, 1/169).

Keenam

Nasihat untuk rakyat biasa : yaitu dengan membimbing mereka demi kemaslahatan mereka, memberikan pelajaran kepada mereka dalam urusan agama maupun dunia, menutupi aib-aib mereka, melengkapi kekurangan mereka, membela mereka dalam menghadapi serangan musuh, menjauhi tipu daya dan kedengkian kepada mereka, mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana mencintai kebaikan itu bagi dirinya dan membenci keburukan menimpa mereka sebagaimana dia tidak menyukai hal itu menimpa dirinya (Jami’ul ‘Ulum, hal. 103). Yang dimaksud dengan rakyat biasa adalah selain pemerintah dan ulama. Termasuk dalam nasihat untuk mereka adalah dengan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar dengan lembut dan ikhlas, menyayangi mereka, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menasihati mereka dengan baik, melindungi harga diri dan harta mereka, dan mendorong mereka untuk melakukan ketaatan (lihat Syarh Muslim, 2/117-118).

Ketujuh

Termasuk dalam nasihat untuk Allah, untuk kitab-Nya dan untuk rasul-Nya adalah : [1] membantah berbagai penyimpangan dan kesesatan dengan dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah dengan membuktikan kebatilan tersebut berdasarkan dalil-dalilnya, [2] membantah pendapat-pendapat yang lemah yang muncul akibat ketergelinciran para ulama, [3] menerangkan hadits yang sahih dan yang lemah dengan menjelaskan keadaan para periwayatnya. Dan ini semua merupakan bentuk nasihat yang hanya bisa dilakukan oleh ahlinya/ulama dan orang-orang yang berilmu. Termasuk dalam nasihat yaitu memberikan wejangan/saran ketika saudara kita meminta nasihat. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin besar nasihat yang dilakukan oleh seseorang maka semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah. Abu Bakar Al-Muzani rahimahullah berkata, “Tidaklah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu melampaui keutamaan para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan puasa ataupun shalat, akan tetapi dengan sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya.” Ibnu ‘Aliyah mengatakan, “Yang bersemayam di dalam hatinya adalah kecintaan karena Allah ‘azza wa jalla dan nasihat kepada makhluk-Nya.” Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, “Tidaklah ada di antara kami ini orang yang bisa mencapai kedudukan yang mulia dengan banyaknya shalat atau puasa, orang yang dapat meraih kemuliaan di antara kami adalah dengan kedermawanan diri, kelapangan dada, dan nasihat kepada umat manusia.” Ibnul Mubarak pernah ditanya, “Amal apakah yang paling utama?”. Beliau menjawab, “Menasihati karena Allah.” Ma’mar mengatakan, “Dahulu dikatakan bahwa orang yang paling menasihati kamu adalah yang menumbuhkan rasa takut kepada Allah di dalam hatimu.” Para ulama salaf biasa menasihati orang lain dengan sembunyi-sembunyi. Sampai-sampai ada yang mengatakan, “Barangsiapa yang menasihati saudaranya antara dirinya dengan saudaranya itu maka itulah nasihat. Barangsiapa yang menasihatinya di depan orang banyak maka sesungguhnya dia telah menjatuhkannya.” Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Ciri orang mukmin itu menutupi aib dan senang menasihati, sedangkan ciri orang fajir adalah suka membuka aib orang dan melecehkannya.” Ibnu Abbas pernah ditanya bagaimana cara menasihati penguasa. Beliau menjawab, “Kalau kamu melakukannya, maka kamu harus berbicara/menyampaikan langsung berdua dengannya.” (lihat Jami’ul ‘Ulum, hal. 104-105).

Kedelapan

Hadits ini menunjukkan bolehnya mengakhirkan penjelasan dari waktu pembicaraan, sebagaimana tampak dari pertanyaan para sahabat, “Untuk siapakah nasihat itu?”. (Fath Al-Bari, 1/169). Baru setelah sahabat bertanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan penjelasan lebih terperinci.

Kesembilan

Hadits ini juga menunjukkan betapa besar semangat para sahabat untuk menimba ilmu (lihat Syarh Al Arba’in li Ibnu Utsaimin, hal. 123).

Kesepuluh

Hadits ini juga menunjukkan bagusnya tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memberikan pelajaran kepada para sahabatnya. Beliau menyebutkan perkara secara global kemudian disertai penjelasan yang lebih rinci (lihat Syarh Al Arba’in li Ibnu Utsaimin, hal. 123).

Kesebelas

Hendaknya memulai dari yang terpenting kemudian perkara penting yang lain. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits ini yang mendahulukan penyebutan nasihat untuk Allah sebelum nasihat untuk yang lainnya (lihat Syarh Al Arba’in li Ibnu Utsaimin, hal. 123). Wallahu a’lam.

Jumat, 01 Februari 2013

Bermaksiatlah..... tapi dengan lima syarat


Bermaksiatlah...... tapi dengan 5 syarat. Suatu hari datang lelaki kepada Ibrahim ibn Adham. Lelaki itu mnita nasehat karena dirinya selalu tidak mengendalikan dirinya kalau ingin berbuat maksiat.

Ibrahim ibn Adham berkata kepada orang tersebut. :

"Kalau jiwa mu mengjakmu untuk berbuat maksiat silahkan kerjakan tapi dengan lima syarat..."


1. Kalau kamu ingin berbuat maksiat maka carilah tempat dimana Allah SWT tidak bisa melihat perbuatanmu itu.

Lelaki itu berkata : " Maha Suci Allah,, bagaimana mungkin aku bersembunyi dari Allah SWT sedangkan Dia Maha Melihat yang nampak maupun yang tidak. "

Ibrahim ibn Ahan berkata : "Maha suci Allah... Apakah kamu tidak malu berbuat maksiat sedang Allah melihatmu? "

Lelaki itu terdiam...dan berkata, apa lagi ?

2. Jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah SWT, jangan berbuat di atas bumi-Nya.

Lelaki itu menjawab : " Maha suci Allah, bagaimana aku bisa mencarinya, bukankah semua alam semesta dan isinya adalah miliknya? "

Ibrahim berkata : " Apakah kamu tidak malu berbuat maksiat kepada Allah sedangkan kamu tinggal di atas bumi-Nya. "

Lelaki itu menjawab, apa lagi?

3. Kalau kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah jangan makan dari Rizqi-Nya.
Lelaki itu menjawab : " Maha suci Allah... Bagaimana aku bisa hidup sedangkan semua nikmat berasl dari Allah. "

Ibrahim berkata " Apakah kamu tidak malu berbuat maksiat kepada Allah sedangkan Dia yang memberimu makan dan minum serta menjaga kekuatanmu? "

4. Jika kamu ingin berbuat maksiat kepada Allah, kemudian kamu digiring oleh malaikat ke api neraka maka kamu jangan mau dimasukkan ke neraka.

Lelaki itu menjawab : " Maha Suci Allah, Apakah aku mempunyai kekuatan untuk menolak dimasukkan keneraka sedangkan aku digiring kesana? "

5. Jika Kamu nanti diakherat ditunjukkan catatan dosa2mu selama didunia, maka kamu jangan mengakuinya bahwa kamu yang melakukan perbuatan dosa tersebut. "

Lelaki itu berkata : " Maha suci Allah, Bagaimana aku bisa mengelaknya sedangkan semuanya telah ditulis dan dijaga oleh para malaikat. dan mulutku terkunci dan seluruh badan menjadi saksi dan berbicara mengakuinya...!! "

Kemudia lelaki itu pergi dengan sambil menangis sejadi2nya..
.





Selasa, 29 Januari 2013

hukum melakukan onani atau masturbasi dalam islam




Hukum onani. Pernahkah anda melakukannya ?? jika iyya.. apa pernah berfikir untuk menghentikannya ??.. berikut cendekia berikan paparan mengenai masalah ini. Semoga Allah azza wajallah memberi kita hidayah dan ampunan.. amiiin.. aminn...
 seorang bertanya :

"Saya seorang pelajar muslim (selama ini) saya terjerat oleh kebiasaan onani atau masturbasi. Saya di ombang-ambing oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih- lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama.  Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk  menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal.

Terkadaang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima ?? Haruskah saya mengqhada shalat ?? Lantas, apa hukum onani ?? perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video. "
                                                     
di jawab :

Onani atau masturbasi hukumnya haram di karenakan merupakan istimta' (meraih kesenangan atau kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah Azza Wajallah halalkan.  Allah tidak membolehkan istimta' dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita. Allah Azza wajallah berfirman :

yang artinya : "Dan orang-orang yan menjaga kemaluannya. kecuali terhadap istri- istri mereka atau budak yang mereka miliki : maka sesungguhnya mereka dalam hal tiada tercela." [QS. Al Mu'minuun : 5-6] 

 Jadi istimta' apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong kezaliman yang haram.  Nabi Shallalahu alaihi wasallam telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat.

Beliau Shallalahu alaihi wasallam bersabda yang artinya : "wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dai berpuasa karena puasa akan menjadi tameng baginya." [hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu mas'ud]

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi kita petunjuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara : 

a. berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, 
b. menikah bagi yang mampu.

Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani atau masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur (kebanyakan) ulama.

wajib bagi anda untuk bertaubat kepada Allah azza wajallah dan tidak mengulangi kembali perbuatan seperti itu. begitu pula, anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat anda, sebagaimana anda sebutkan bahwa anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televisi yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu sebab- sebab yang mendatangkan keburukan.

Seorang Muslim seyogyanya (selalu) menutup pintu- pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah para diri anda, hendaknya anda jauhi. Di antara sarana fitnah yang terbesar adalah film atau drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi anda wajib menjahuhui semua itu dan memutus jalannnya kepada anda.

Adapun tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi anda.  Perbuatan dosa yang anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang telah anda kerjakan. Jika anda mengerjakan shalat witir atau nafilah atau tahajjud, kemudian setelah itu anda melakukan onani, maka onani itulah yang diharamkan. sedang ibadah yang anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu ibadah jika ditunaikan dengantata cara yang sesuai syariat, maka tidak akan gugur atau batal kecuali oleh syirik atau murtd -kita berlindung kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka tidak membatalkan amal shalih yang telah dikerjakan, namun pelakunya tetap berdosa [Al-Muntaqa min fatawa Fadhilah Syaikh shalih bin fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Iv 273-274]

       {Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan}

semoga bermanfaat...

 

Senin, 28 Januari 2013

Islam Di nusantara




Islam di Nusantara. Perjalanan dakwah islam di nusantara tidak hanya di pulau sumatra dan jawa saja namun terus menyebar ke plosok-plosok pulau yang ada di Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya..

Islam di Kalimantan

Para ulama  yang berdakwah di pulau  Sumatra dan Jawa melahirkan kader-kader dakwah yang terus menerus mengalir.  Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih di kenal dengan Borneo kala di kala itu. Di pulau ini, ajaran Islam masuk dari dua pintu atau jalur.

Jalur pertama yang membawa Islam masuk ketah Borneo adalah dari jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Kerajaan Perlak dan Pasai. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar. Para mubaligh-mubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir Barat Kalimantan

pada jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Ekspidis dakwah ke Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri.  Demak mengirim banyak mubaligh ke negeri ini.  Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar, salah satunya adalah Syeikh Muhammad Arsyad al Banjari.

Islam di Sulawesi 

Ribuan pulau yang ada di indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi, di tanah ini sudah bisa di temui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan goa, makassar.

Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaidin al awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa pada tahun I603.  Selanjutnya, dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda Sultan Hasanuddin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu memeluk Islam. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk islam, ia merasa kerajaannya aakan di bawah pengaruh kerajaan Ternate.

Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka.  Mereka adalah khatib tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. dapat diketahui dan di lacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan muballigh asal Minangkabau yang menyebarlakan Islam di  Makassar.

Pusat-pusat dakwah yang di bangun oleh Kerajaan Goa (Gowa) inilah yang melanjutkan perjalanan wilayah lainnya sampai ke Kerajaan Bugis Wajo, Soppeng,  Sidenreng, Tanette, Luwu dan palopo.

Islam di Maluku

Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia.  Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepaulauan lainnya.

Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun I440, sehingga saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun I5I2, raja ternate adalah seorang Muslim, yakni Bayang Ullah, Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram


Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Di tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya.

Islam Papua

Beberapa kerajaan di kepulauan Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk pula di pulau Cendrawasih ini. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo, Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan Bacan. Pada periode ini pula, berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan, banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. Namun, dibanding wilayah lain, perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar.

Islam Nusa Tenggara

Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang sejak awal abad ke-16. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Sampai kini jejak Islam bisa dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di kota Bima. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam. Bisa disebut, seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula.

Selain Sumbawa, Islam juga masuk ke Lombok. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana. Hingga kini, beberapa kata di suku-suku Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis.

Dengan data dan perjalanan Islam di atas, sesungguhnya bisa ditarik kesimpula, bahwa Indonesia adalah negeri Islam. Bahkan, lebih jauh lagi, jika dikaitkan dengan peran Islam di berbagai kerajaan tersebut di atas, Indonesia telah memiliki cikal bakal atau embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam. (Oleh: Herry Nurdi/Sabili)

Renungan | ketika kematian menghampirimu


Renungan-ketika kematian menghampirimu. Pernahkah kau bayangkan ketika dirimu  berada di hadapan kematian ?? Malaikat maut tepat berada di atas kepalamu, nafasmu mulai tidak beraturan, mulut mu terasa terkunci, anggota badan mu mulai lemas dan tak berdaya, matamu terbelalak, di sekitarmu penuh dengn tangis dan air mata, nyawamu sudah di amban kematian,, tetap kau tak dapat mengelak darinya..

Di saat itu, telah datang ketentuan Allah azza wajallah untukmu, nyawamu diangkat ke langit, kebahagiaan atau kesengsaraan yang kita dapat nantinya..

wahai sahabat cendekia, coba kita fikirkan sejenak di saat kematian menghampiri namun keadaan kita masih seperti ini ??

hawa nafsu masih mendominasi hati dan fikiran kita ??

lebih mencintai dunia dan merasa malu atau sombong sujud di hadapan-Nya ??

mengabaikan perintahnya ??

sudah bersyahadat namun tidak taat ??

mungkin dan fikiran maupun hati kita berkata " pastilah aku akan mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH"

wahai sahabat cendekia.. jika engkau masih lalai dari perintah-Nya niscaya engkau akan sulit mengucapkan kalimat itu.

Allah berfirman :

"...Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,dia berkata : " Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.Sekali-kali tidak.Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan."
{ QS.Al-Mu'minuun :99-100 }

Tatkala Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berada diambang kematian,tiba-tiba beliau menangis.orang-orang bertanya : " Apa yang membuatmu menangis ? " Beliau menjawab : " Jauhnya perjalanan,sedikitnya perbekalan dan banyaknya aral rintangan.sementara tempat kembali bisa ke Jannah (Syurga) bisa juga ke Naar (neraka)."

Subhanallah !
Kalau salah seorang sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu saja masih takut dan menangis ketika menghadapi kematian,bagaimana kita yang miskin ilmu,amal dan dzalim ini merasa siap menghadapi kematian ?
 
Ketahuilah sahabatku bahwa " Rusaknya hati adalah karena merasa aman (dari azab Allah) "

Sahabat CENDEKIA
Teruslah merunduk dalam ketertundukan diri,dalam takutnya diri dalam pengharapan diri akan rahmat ,ridha dan ampunan-Nya.

barisan-barisan di akhirat



   Gambar di atas adalah ilustrasi dari barisan-barisan di akhirat kelak, semoga Allah Azza Wajallah Merahmati dan menolong kita dari Api Neraka, amin.... amin... amin...

Berikut adalah 12 barisan di akherat yang telah dipaparkan oleh Rasulullah..

Bismillahir-rahmaanir-Rahim...

  Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah shallallahu alahihi wasallam dan bertanya : "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah azza wajallah :"pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris (QS An-Naba :I8 )"

  Mendengar pertanyaan tersebut, Baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab : "wahai muadz, engkau telah bertanya kepadaku perkara yang amat besar, bahwa umatku akan bergiring, dikumpulkan berbaris-baris." Maka beliau paparkan ke-I2 barisan tersebut :

Barisan Pertama...

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih : "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan kedua...


Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih : "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan shalat, maka inilah balasan dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan ketiga...

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan keempat..

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan Kelima...

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah azza wajallah menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketentraman di padang mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak merasa takut kepada Allah azza wajallah, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"


Barisan keenam...

Digirng dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan ketujuh..

Digirng dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan kedelapan....

 Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala kebawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

Barisan kesembilan...

Digiring dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

 Barisan kesepuluh...

Digiring dari kubur dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah nereka"

Barisan kesebelas...

Digiring dari kubur dengan keadaan buta mata-kepala. gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai keperut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka"

 Barisan kedua Belas...

Mereka digiring dari kubur dengan wajah bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperi kilat. Maka datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih : "Mereka adalha orang yang beramal shaleh dan banyak berbuat baik, mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, dan keridhaan Allah Yang Maha Pengasih"


Barisan mana kah kita .........????

Mudah-mudahan kita berada di barisan keduabelas yang mendapat ampunan dan keridhoaan Allah Azza Wajallah.. amiiinn......


Wallahu A'lam..